Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 

Kekuatan Demografis

Setidaknya sudah lebih dari 40 tahun Indonesia mengalami proses urbanisasi yang menyebabkan lebih dari setengah jumlah total penduduknya tinggal di wilayah perkotaan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia yang memiliki seperempat dari total populasi dunia (±250juta penduduk) ini memiliki demografi yang unik. PBB telah mempelajarai bahwa pada tahun 2050 nanti, dua pertiga populasi Indonesia akan (masih) tinggal di wilayah perkotaan. Setelah Jakarta, kota terbesar saat ini di Indonesia antara lain Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat), Bekasi (Jawa Barat), dan Medan (Sumatra Utara).

Propinsi dengan Populasi Tertinggi (dalam jutaan)[1]

  Populasi
2000
Populasi
2010
1. Jawa Barat     35.8     43.1
2. Jawa Timur     34.8     37.5
3. Jawa Tengah     31.2     32.4
4. Sumatra Utara     11.6     13.0
5. Banten      8.1     10.6
Total Populasi di seluruh Indonesia    206.3    237.6

Setidaknya, urbanisasi dan industrialisasi ini memberikan efek positif. Pertumbuhan ekonomi terstimulasi, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan masyarakat berpendapatan menengah ke atas. Selain itu, komposisi demografi Indonesia yang terdiri dari lebih banyak usia muda daripada usia tua membuat Indonesia berada di atas angin (lihat tabel berikutnya). Secara garis besar, usia muda produktif mendominasi keseluruhan populasi di Indonesia.

Dapat dilihat juga dari tabel berikut bahwa rata-rata usia penduduk Indonesia adalah 28.6 tahun sampai dengan 2016. Dari segi gender, usia rata-rata perempuan di Indonesia adalah 29.1 tahun sementara pria adalah 28.1 tahun.

Penduduk Indonesia Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur[2]

Persentase Gabungan
Total Populasi
Pria
(absolut)
Wanita
(absolut)
0-14 tahun 27.3 34,165,213 32,978,841
15-64 tahun 66.5 82,104,636 81,263,055
65 tahun ke atas 6.1 6,654,695 8,446,603

 

Peran aktif usia muda sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi tidak hanya dapat dilihat dari sisi melimpahnya sumber daya manusia. Krisis ekonomi global yang terjadi hampir satu dekade lalu tidak banyak mempengaruhi Indonesia dikarenakan angka konsumerisme di Indonesia yang masih terbilang tinggi. Ditopang secara utama tentunya oleh permintaan domestik ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia setidaknya sampai dengan 2017 diperkirakan berada pada rentang 5.0-5.4%. Konsumsi masyarakat Indonesia merupakan kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia telah menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi di tahun belakangan ini.

Tingkat Inflasi Terkendali

Salah satu kekuatan ekonomi Indonesia lainnya yang memperkuat daya saing adalah tingkat inflasi yang terkendali. Tingkat inflasi di Indonesia stabil dan cenderung menunjukkan penurunan meskipun terdapat sedikit guncangan pada tahun 2015 dimana guncangan ‘terbesar’ terjadi di Juni-Juli 2015 yaitu 7.26%. Namun sekarang, dengan terciptanya tren penurunan tingkat inflasi, optimisme telah tercipta dan ke depannya (setidaknya sampai akhir tahun) inflasi diperkirakan masih berada pada target Bank Indonesia yakni 4.0%(±1%).

Ekonomi Stabil dan Bertumbuh

Dengan landasan stabilitas ekonomi yang lebih stabil ke depannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2021 diperkirakan meningkat di kisaran 5.9-6.5%. Permintaan domestik yang tinggi terutama oleh masyarakat kelas menengah ke atas yang tinggal di kota-kota besar sebagaimana telah dipaparkan di atas telah sedikit banyak membantu Indonesia terlepas dari ketergantungan penuh dengan negara lain.

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada pundi ekonomi Indonesia yang bergantung pada perdagangan internasional. Salah satu tantangan fundamental yang masih dihadapi Indonesia antara lain masih bergantungnya Indonesia terhadap barang impor dan ketergantungan tradisional pada ekspor komoditas mentah. Pemerintah menyadari perlunya resiliensi ekonomi domestik yang optimal untuk menghindari efek domino krisis ekonomi yang mungkin dapat terjadi kembali.

Selain tantangan impor, tantangan lain yang dihadapi oleh Indonesia adalah (i) pembangunan infrastruktur yang merata, (iI) distribusi pendapatan, (iii) penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, (iv) stimulasi produktivitas dan standar hidup yang lebih tinggi, dan (v) maksimalisasi pelayanan publik oleh pemerintah.

Segala tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini dapat dihadapi dengan sigap dari segala bidang, termasuk investasi dan perdagangan. Sangat dapat dicermati bahwa kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini bertujuan untuk mendukung investasi dan perdagangan. Hal ini dapat berdampak positif bagi para investor dari luar negeri, tidak terkecuali para investor Jerman.

Sumber:

[1] Badan Pusat Stastik, Population Census 2000 & 2010

[2] CIA World Factbook