|
|
| Transkripsi Interview Menlu RI Seusai Acara Dialog HAM RI-Swedia |
|
TRANSKRIPSI
[awal transkripsi] DOOR -STOP INTERVIEW MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA DR. N. HASSAN WIRAJUDA SEUSAI ACARA DIALOG BILATERAL HAM RI – SWEDIA DI HOTEL BOROBUDUR Jakarta, 23 April 2008 [awal Door -Stop Interview] Wartawan [W]: Pak, tanggapannya mengenai kasus Namru yang akan diperpanjang masa kontraknya di Indonesia, Pak? Menlu RI: Itu bukan kontrak yang kita bicarakan. Pada tingkat antar departemen dan dengan pihak Amerika adalah pembaruan dasar yang menjadi, atau dokumen yang menjadi dasar kerjasama. Kalau dulu berdasarkan pada Mou yang kita nilai sudah tidak lagi memadai, karena itu pada bulan Nopember berdasarkan hasil rapat interdep kita serahkan rancangan baru. Kita masih menunggu reaksi dan respon dari pihak Amerika. [W]: Menurut dari MER-C katanya keberadaan Namru itu merugikan, Pak. Menurut bapak… Menlu RI: Menurut siapa? [W]: Kata MER-C, Pak. Menlu RI: Kata? [W]: MER-C, Pak. Menlu RI: MER-C itu apa? Mobil? [W]: Bukan, Pak. Itu [inaudible] kesehatan dari Banda Aceh. Menurut Bapak bagaimana? Benar-benar merugikan itu, Pak? Menlu RI: Begini, yang kita perlu adalah menata dasar dari kerjasama ini supaya lebih transparan, akses peneliti kita juga lebih besar dan kemanfaatannya juga besar buat kita. [W]: Pak, apakah dengan adanya tadi konferensi pers di gedung MER-C itu ada dua orang, ada Dubes Amerika datang tanpa ijin dan sempat diusir. Tanggapan Bapak sendiri? Apakah itu layak? Menlu RI: Saya tidak mau menanggapi sesuatu yang tidak saya ketahui. [W]: Masalah kedatangan Xanana Gusmao itu sendiri bagaimana, Pak? Menlu RI: Saya tidak mau bicara. [W]: Kenapa, Pak? Menlu RI: [inaudible] saya tidak mau bicara. [W]: Apakah dibatalkan, Pak? Menlu RI: Tidak, yang batalkan itu media. Pemerintahnya tidak bilang apa-apa. [W]: Jadi hubungan Indonesia dengan Timor Leste [inaudible]? Menlu RI: Tetap tanggal 28. [akhir transkripsi] [akhir Door Stop Interview] [***]
24 April 2008
Direktorat Informasi dan Media |



