Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri

Persyaratan Pemohon:

  1. WNI yang menetap dan/atau bekerja di luar negeri;
  2. Warga negara asing eks WNI ;
  3. Warga negara asing anak eks WNI; atau
  4. Warga negara asing yang orang  tua  kandungnya WNI.

Kriteria Pemohon:

  1. Tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Tidak memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia;
  4. Berusia 18 tahun ke atas; dan
  5. Menetap dan/ atau bekerja di luar negeri paling singkat 2 (dua) tahun.

Tata Cara Permohonan:

  1. Permohonan disampaikan secara sukarela.
  2. Permohonan, pengisian formulir, dan pengiriman salinan dokumen yang dipersyaratkan dilakukan secara online melalui situs https://iocs.kemlu.go.id.
  3. Perwakilan RI akan melakukan verifikasi atas kebenaran dokumen yang dilampirkan oleh pemohon.
  4. KMILN diperoleh secara online melalui alamat e-mail yang didaftarkan saat permohonan.
  5. Pemerintah RI dan perwakilan di negara sahabat tidak melakukan pencetakan KMILN secara fisik.
  6. KMILN berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan secara elektronik kepada Perwakilan terdekat.

Formulir Isian:

  1. Nama harus sesuai dengan paspor.
  2. Pas foto: Ukuran 4×6 dengan resolusi 200-500kb, Latar belakang putih, Bukan swafoto
  3. Informasi tentang pekerjaan harus sesuai dengan status yang bersangkutan di luar negeri (bukan statusnya di Indonesia) Contoh: Pegawai perusahaan swasta di Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, maka yang bersangkutan mengisi informasi tentang pekerjaannya sebagai mahasiswa.
  4. Detil pekerjaan harus mendeskripsikan nama lembaga / organisasi / instansi tempat pemohon bekerja dan keahlian pemohon.

Persyaratan Dokumen:

Bagi WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin  tinggal menetap di negara setempat;
  3. Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:
    1. Kartu Identitas/Tanda Pengenal setempat yang meliputi kartu tanda penduduk, kartu mahasiswa, kartu izin mengemudi, kartu pegawai dan surat keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat; dan/atau
    2. dokumen sah lain yang menunjukkan bahwa pemohon berstatus tinggal di negara seternpat yang meliputi kontrak kerja atau kontrak rumah/ apartemen.

Bagi WNA eks WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin  tinggal menetap di negara setempat;
  3. Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:
  4. Surat  Keputusan   Menteri Hukum  dan Hak Asasi  Manusia Republik Indonesia  tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia;
  5. Surat Affidavit yang dikeluarkan oleh Perwakilan yang pernah dimiliki oleh pemohon;
  6. Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan lain yang dapat dibenarkan oleh Perwakilan; dan/ atau
  7. Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

Bagi WNA anak eks WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
  3. Akte kelahiran;
  4. Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;
    1. Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia orang  tua pemohon;
    2. Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa orang tua pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda  penduduk,   dan  surat  keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat; atau
    3. Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa orang tua pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

Bagi WNA yang orang tua kandungnya WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
  3. Akte kelahiran;
  4. Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;
  5. Paspor Republik Indonesia milik salah  satu atau kedua orang tua pemohon  yang  masih WNI; atau
  6. surat keterangan tentang status kewarganegaraan orang tua pemohon yang dibuktikan dengan akta perkawinan, akta kelahiran,  kartu keluarga, atau akta perceraian.

Prosedur Perpanjangan KMILN:

  1. KMILN yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan secara elektronik kepada Perwakilan terdekat.
  2. Dalam hal terjadi perubahan data/status kewarganegaraan, perkawinan, dan/atau tempat tinggal, pemohon dminta menyertakan dokumen persyaratan dokumen sebagaimana tertuang sebelumnya.
  3. Bagi WNI yang tidak mengalami perubahan data/status, permohonan perpanjangan hanya melampirkan:
    1. ijin tinggal di negara setempat yang masih berlaku hingga paling sedikit 2 (dua) tahun; dan
  4. dokumen sah lain yang menunjukkan bahwa pemohon berstatus tinggal di negara setempat yang meliputi kontrak kerja atau kontrak rumah/ apartemen.
  5. Bagi WNA, permohonan perpanjangan melampirkan bukti bahwa dirinya tidak menetap di Indonesia.

Pencabutan KMILN:

Pencabutan KMILN dapat dilakukan dalam hal pemegangnya:

  1. meninggal dunia;
  2. menetap di Indonesia;
  3. terlibat dalam  kegiatan   yang   merugikan   dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  4. melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  5. memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia dan/ atau pemerintah negara setempat;
  6. memberikan dokumen persyaratan dan/atau keterangan yang tidak benar; atau
  7. menyalahgunakan KMILN tidak sesuai dengan tujuan penerbitannya.