INDONESIA DAN JERMAN INTENSIFKAN KERJA SAMA PENDIDIKAN KEJURUAN

Dalam rangka mengintensifkan upaya kerja sama di bidang pendidikan kejuruan, delegasi Indonesia yg terdiri dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan instansi pemerintah terkait telah melakukan kunjungan kerja ke Industrie-und Handelskammer /IHK Trier (KADIN Trier) pada tanggal 25-29 September 2017 di kota Trier, Negara Bagian Rheinland-Pfalz.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI didampingi oleh Fungsi Ekonomi telah bertemu langsung dengan delegasi dan turut serta mengikuti paparan yang dipresentasikan oleh Handwerkskammer/HWK  (Asosiasi Pertukangan) dan Bundesinstitute für Berufsbildung / BIBB – (Institut Federal untuk Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan) dari kota Bonn.

Konjen RI menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan kejuruan antara Indonesia dan Jerman, cq. IHK Trier, yang telah berjalan dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan. Kerja sama pendidikan kejuruan antara Indonesia dan Jerman sangat penting mengingat kerja sama ini merupakan tindak lanjut dan realisasi dari salah satu hasil kesepakatan dalam pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo, dan Kanselir Jerman Angela Merkel, saat kunjungan Presiden RI ke Jerman pada bulan April 2016.

Dari paparan yang disampaikan, diketahui bahwa manfaat yang dapat diperoleh dari sistem pendidikan kejuruan ganda (dual system) adalah pemagang (calon tenaga kerja) bisa belajar teori di kelas (30%) dan melakukan praktek langsung di perusahaan (70%). Dengan demikian dapat dijamin adanya penyerapan tenaga kerja yang kompeten pada sektor yang tepat. Perlu diketahui bahwa di Jerman saat ini terdapat 327 profesi kejuruan dengan tingkat kompetensi yang tinggi. Melalui pendidikan kejuruan yang profesional, para tenaga kerja akan memperoleh kompetensi dan kualifikasi dengan keahlian khusus yang dapat meningkatkan produktifitas perusahaan-perusahaan Indonesia. Hal ini pada gilirannya dapat turut meningkatkan prestasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah upaya bagaimana mengubah pemahaman (mindset) bahwa pendidikan kejuruan bagi para tenaga kerja bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi dunia industri /perusahaan juga memainkan peran yang penting. Pada sistem pendidikan kejuruan di Jerman, peran dunia usaha (DU) dan dunia industri (DI) utamanya adalah dalam penyusunan kurikulum sekolah kejuruan;  pengujian kompetensi peserta; pengeluaran sertifikasi dan bahkan memfasilitasi penyelesaian sengketa antara perusahaan dan pemagang (calon tenaga kerja).

Selama kunjungan kerja ke Trier, delegasi Indonesia telah melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan pendidikan kejuruan di Jerman dan membahas hal-hal antara lain mengenai peraturan  sistem  pendidikan ganda, kualifikasi pelatih/guru, kolaborasi antar pendidikan formal dan non-formal, dan kampanye pendidikan kejuruan terutama kepada generasi muda.

Sebagai hasil dari kunjungan kerja ke Trier, delegasi Indonesia akan merumuskan masukan komprehensif mengenai konsep pendidikan kejuruan yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia kepada pemerintah dan stakeholder terkait lainnya di tanah air.

 

KJRI Frankfurt, 28 September 2017