INDONESIA MEMILIKI POTENSI TINGGI SEBAGAI PEMASOK PRODUK ORGANIK KE EROPA

INDONESIA MEMILIKI POTENSI TINGGI SEBAGAI PEMASOK PRODUK ORGANIK KE EROPA

 

Sebagai upaya untuk turut membantu mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi COVID-19, pada tanggal 9 Juli 2020, KJRI Frankfurt telah menyelenggarakan seminar daring “Informasi Ekspor Produk Organik ke Eropa khususnya Jerman.“ Kegiatan ini mendapatkan respons positif masyarakat dimana lebih dari 1000 orang mendaftar sebagai peserta. Seminar bertujuan untuk membantu pelaku usaha dan eksportir Indonesia di bidang produk organik menembus dan ekspansi pasar ke Eropa, khususnya Jerman.

 

“Permintaan terhadap produk organik di Eropa semakin meningkat dengan Jerman sebagai konsumen terbesar produk organik di Eropa,” ujar Konjen RI Frankfurt, Bapak Toferry Primanda Soetikno. Konjen RI menambahkan bahwa krisis COVID-19 mengakselerasi perkembangan tren hidup sehat membuat konsumen mencari produk organik yang dinilai lebih menyehatkan dan ramah lingkungan. Indonesia memiliki peluang dan potensi untuk menjadi pemasok produk-produk organik ke Eropa.

 

Hadir sebagai narasumber adalah dari perusahaan Indonesia-Consult RS GmbH (IndoCon), yaitu Bapak Rolf Schleyer, Market Strategist and Monitoring & Evaluation Expert, dan Ibu Dwi Anoraganingrum, Education and Cross-Cultural Consultant/Advisor, dan juga Bapak Lewi Cuaca dari perusahaan  PT. Profil Mitra Abadi (PMA). Selain itu, hadir juga menyampaikan sambutan adalah Asisten Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, Ibu Destry Anna Sari.

 

Disampaikan bahwa Indonesia belum termasuk pemasok terbesar produk organik ke Jerman dan masih di bawah negara tetangga seperti Thailand dan Filipina. Terdapat peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk organik ke Jerman, terutama dengan terdisrupsinya supply demand akibat krisis COVID-19.

 

Seminar daring membahas berbagai hal seperti kategori produk organik yang diterima di Uni Eropa, persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat memasuki pasar Uni Eropa, sertifikasi organik, prosedur ekspor, produk-produk yang digemari dan karakteristik yang harus dimiliki produk tersebut, serta peluang dan tantangan.

 

Sesi tanya jawab yang berlangsung sangat aktif memperlihatkan antusiasme tinggi para peserta yang mayoritas merupakan pelaku usaha produk organik usaha kecil dan menengah di Indonesia. Pertanyaan para peserta pada umumnya lebih fokus terhadap sertifikasi, tata cara, dan persyaratan ekspor produk organik ke Eropa, menjalin dan mempertahankan hubungan bisnis yang baik dengan pihak-pihak terkait dengan impor-ekspor produk organik, serta kesempatan ekspor untuk sejumlah produk organik seperti kopi, kakao, porang, dan pupuk. Para peserta secara inisiatif telah membuat WhatsApp untuk bertukar informasi terkait potensi dan prosedur ekspor produk organik ke Eropa, khususnya Jerman.

 

Menurut Forschungsinstitut für biologischen Landbau (FiBL – Research Institute of Organic Agriculture) pasar produk organik dunia semakin bertumbuh pesat dan tiga negara utama pasar produk organik adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis. Diberitakan oleh Business Wire bahwa pasar produk organik Jerman di tahun 2025 diperkirakan dapat mencapai USD 20,7 milyar. Produk organik tersebut sangat luas mulai dari makanan segar, makanan beku, minuman, snacks and sweets, cooking and baking products, grocery products, hingga produk non-makanan, seperti cairan pembersih, tekstil, kosmetik, dan packaging. Peningkatan tertinggi saat ini adalah permintaan terhadap makanan bayi organik dan produk makanan yang pada umumnya dikonsumsi oleh anak-anak.