KJRI FRANKFURT AJAK DIASPORA BERINVESTASI KE PELAKU USAHA KECIL DAN MIKRO TANGGUH

KJRI FRANKFURT AJAK DIASPORA BERINVESTASI KE PELAKU USAHA KECIL DAN MIKRO TANGGUH

Frankfurt, Jerman (11/03) – KJRI Frankfurt selenggarakan diskusi reboan online dengan tema Diaspora Berinvestasi ke Pelaku Usaha Kecil dan Mikro Tangguh pada 10 Maret 2021. Narasumber pada diskusi kali ini adalah Warsito Ellwein, Tim Khusus Gubernur Jawa Tengah dan Adi Nugroho, Direktur PT Jamkrida Jawa Tengah. Bertindak sebagai moderator adalah Yanny Wendyarta, pengurus Merpati e.V.

Konsul Jenderal RI di Frankfurt, Acep Somantri, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa Pemerintah berharap UMKM dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional. Beliau mengatakan, ‘‘dalam sistem perekonomian kita, UMKM selalu punya peran dalam gerak ekonomi masyarakat, bahkan menjadi pendorong bangkitnya perekonomian, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar.‘‘ Konsul Jenderal RI mengajak Diaspora untuk mendukung terbangunnya infrastruktur komunitas yang peduli UMKM.

Dalam paparannya, Warsito menyampaikan tentang program KONBALIK (Koncone Bakul Cilik). Program ini berawal dari kebutuhan membantu masyarakat kecil di Jawa Tengah yang terdampak pandemi COVID-19. Pada pertengahan tahun 2020, beliau pergi ke Jerman dan berdiskusi dengan Diaspora Indonesia di Jerman, dan munculah ide investasi kecil-kecilan, mulai dari 10 juta hingga 250 juta rupiah, yang bisa melibatkan Diaspora Indonesia secara luas. Ide investasi tersebut kemudian diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan mendapatkan restu untuk direalisasikan.

Adi menyampaikan dalam program KONBALIK, UMKM atau lebih dikenal dengan BALIK (bakul cilik) dipersiapkan untuk mengembangkan usaha melalui berbagai pelatihan kewirausahaan. Pelatihan pertama yang diberikan adalah perubahan mindset bahwa modal yang diberikan kepada mereka bukanlah bantuan, melainkan murni bisnis. BALIK juga diberikan pelatihan manajemen usaha dan pembukuan. Setelah BALIK selesai menjalani pelatihan dan siap untuk berwirausaha, barulah usahanya dipromosikan untuk menerima investasi dari Diaspora Indonesia. Selain itu, untuk memberi kenyamanan bagi Diaspora Indonesia yang menginvestasikan dananya, PT Jamkrida Jateng memberikan jaminan usaha sampai dengan maksimal 70%.

Diskusi berlangsung dengan meriah dan seru. Sebanyak 60 peserta yang berasal dari Jerman, Eropa maupun Indonesia mengikuti Diskusi Reboan yang diselenggarakan secara daring tersebut. Di akhir acara, KJRI Frankfurt mengadakan kuis berhadiah produk makanan Indonesia bagi lima orang peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar. Informasi mengenai program KONBALIK bisa diakses di laman (https://konbalik.id/id).

Wilayah Kerja KJRI Frankfurt mencakup enam negara bagian yang terletak  di sebelah selatan Jerman yaitu Hesse, Baden Württemberg, North Rhine Westphalia, Bavaria, Rhineland Palatinate dan Saarland. Jumlah WNI di wilayah kerja KJRI Frankfurt tercatat 14.305 orang. Ini merupakan jumlah terbesar di wilayah Eropa setelah Belanda dan Inggris.