KJRI FRANKFURT FASILITASI PELATIHAN VOKASI BAGI GURU SMK DAN TRAINERS INDONESIA

KJRI FRANKFURT FASILITASI PELATIHAN VOKASI BAGI GURU SMK DAN TRAINERS INDONESIA

 

 

Dalam rangka mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia, KJRI Frankfurt telah memfasilitasi pengiriman 13 orang Guru SMK dan Trainers untuk mengikuti pelatihan bidang Automation and Industrial Electronics di Hessian Institute for Advance Training in  Technology  di Gross Gerau atas biaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pelatihan berlangsung dari tanggal 5 Agustus – 27 September 2019, dan telah dibuka secara resmi oleh Konjen RI Frankfurt bersama dengan Director of Technology Education, Hessen, Mr. Wolfgang Siegel.

Hessian Institute for Advance Training in  Technology di Gross Gerau, merupakan fasilitasi dari Kementerian Pendidikan Hessian dalam memberikan kontribusi pada kerjasama pembangungan pemerintah Federal Jerman. Sejak berdirinya di tahun 1968, lembaga ini  telah memberikan pelatihan dan pendidikan kepada lebih dari 2000 guru sekolah vokasi, pelatih dan instruktur perusahaan yang berasal lebih dari 100 negara mitra Jerman, antara lain Indonesia, China, Vietnam, Uzbekistan, Algeria dan Tunisia. Program pelatihan dilaksanakan dalam waktu 1 minggu – 1 tahun, berupa pelatihan di kelas dan kunjungan ke berbagai perusahaan. Pelatihan yang dilaksanakan oleh Hessian Institute merupakan pelatihan ”Training of Trainer” (TOT), bukan pelatihan langsung kepada para murid sekolah atau karyawan perusahaan.

 Hessian Institute adalah sekolah negeri / publik yang dibiayai oleh pemerintah negara bagian Hessen, dan merupakan satu dari sedikit lembaga pendidikan vokasi di Jerman yang memiliki program internasional. Bekerjasama dengan Berüflicheschulen Gross Gerau (BSGG),  khususnya dalam pelaksanaan pelatihan berskala internasional, memberikan pelatihan dengan mata pelajaran unggulan : Electrical Engineering, Information and Communication Technology, Education Management dan Renewable Energy and Environmental Technology.

Pada sambutan pembukaan, Konjen RI menyampaikan bahwa pendidikan vokasi saat ini merupakan prioritas untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat human resources di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa mayoritas penduduk Indonesia merupakan usia yang produktif, sehingga kaum muda tersebut harus disiapkan menjadi tenaga terampil. Tenaga muda Indonesia perlu menghadapi industry 4.0 yang akan berbasis antara lain pada Internet of things dan artificial intelligence. Pelatihan di Hessian Institute dapat membantu kesiapan Indonesia menghadapi industry 4.0.

Menurut Director of Technology Education, Mr. Wolgang Siegel, kunci sukses peserta yang mengikuti pelatihan di Hessian Institute, selain memerlukan ketrampilan tehnis, juga harus menguasai pengetahuan mengenai tehnis pedagogi atau tehnis mengajar.

Selain program pelatihan yang diikuti oleh para guru SMK dan trainers, di saat yang bersamaan di HLfT Gross Gerau, juga sedang berlangsung program pelatihan bidang Renewable Energy yang diikuti oleh 21 dosen-dosen universitas dan politeknik dari berbagai propinsi di Indonesia selama dua minggu.

Sebagai kelanjutan program pelatihan tahap pertama yang sedang berlangsung saat ini, kelompok kedua juga akan mengikuti pelatihan bidang IT System and E-Learning yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang. Dalam hal ini, KJRI Frankfurt akan terus mencari peluang kerja sama bidang pendidikan vokasi dengan beberapa institusi terkait di wilayah kerja.

Untuk ke depannya diharapkan semakin banyak pengiriman guru-guru SMK dan trainers  mengikuti pelatihan di HLfT Gross Gerau, selain biaya pelatihan sangat murah karena ditanggung pemerintah negara bagian Hessen, kualitas pelatihan juga dinilai bagus mengingat berbagai negara selain Indonesia juga secara rutin mengirimkan guru dan trainers untuk dilatih di Gross Gerau.