KUNJUNGAN KERJA TERKAIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN VOKASI

14650568_988448274600798_8557956874162673244_n

     Pada 11 Oktober 2016, KJRI Frankfurt memfasilitasi pertemuan antara Delegasi RI yang terdiri dari unsur Kemenko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, dan KADIN Indonesia, dengan Kamar Dagang dan Industri / Industrie- und Handelskammer (IHK)/ kota Trier. Delri dipimpin oleh Deputi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing KUKM Kemenko Perekonomian. Pertemuan bertujuan untuk mempelajari sistem pendidikan dan pelatihan Vokasi di Jerman, khususnya yang ditangani oleh IHK Trier, serta menjajaki kerja sama yang dapat dilakukan.

   Delri diterima oleh Direktur Eksekutif IHK Trier, Dr. Jan Glockauer, dan Koordinator Program Kemitraan Pendidikan dan Kejuruan di Indonesia Mr. Andreas Gosche. Dalam kesempatan dibahas beberapa masukan konkrit terkait pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, yaitu perlunya; 1) pertukaran antara sekolah kejuruan dan perusahaan di tingkat Provinsi; 2) menambahkan atau melengkapi kurikulum dengan muatan praktik (kurikulum berorientasi pada tuntutan dunia usaha dan industri); dan 3) pelaksanaan kualifikasi pelatih tempat kerja tingkat dasar (bersertifikat).

    Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan ke Nels Park Hotel, dan ke tempat balai latihan kerja perusahaan Westnetz GmbH. Kunjungan di Nels Park Hotel dilakukan untuk melihat keberhasilan perusahaan tersebut yang diuntungkan dengan sistem vokasi Jerman, yaitu memberikan kesempatan kepada para pelajar sekolah vokasi untuk magang di perusahaan mereka. Pada kesempatan ini juga diperkenalkan salah satu pelajar Indonesia yang mengikuti program magang dan telah menjadi pegawai tetap di Perusahaan tersebut.

     Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden RI Bpk. Joko Widodo untuk meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi antara Indonesia dan Jerman. Keberhasilan dual system di Jerman dapat dipelajari untuk memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia, terutama untuk menciptakan lulusan yang dapat terjun langsung dalam dunia kerja.

Frankfurt, 12 Oktober 2016