PENGUMUMAN LARANGAN MASUK KE INDONESIA UNTUK SEMENTARA BAGI ORANG ASING YANG PERNAH BEPERGIAN KE RRT, ITALIA, IRAN, KOREA SELATAN

PENGUMUMAN

LARANGAN MASUK KE INDONESIA UNTUK SEMENTARA

BAGI ORANG ASING YANG PERNAH BEPERGIAN KE

RRT, ITALIA, IRAN, KOREA SELATAN

Sehubungan dengan semakin meningkatnya penyebaran virus corona, Pemerintah Republik Indonesia menerapkan larangan masuk untuk sementara bagi pendatang (travellers) yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, Iran, Italia, dan Korea Selatan. Ketentuan larangan masuk adalah sebagai berikut:

  1. Larangan masuk dan transit ke Indonesia, bagi para pendatang/travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah-wilayah, sebagai berikut:
  • Untuk Republik Rakyat Tiongkok: Mainland China;
  • Untuk Iran: Tehran, Qom, dan Gilan;
  • Untuk Italia: Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont;
  • Untuk Korea Selatan: Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do.

 

  1. Semua pendatang yang tiba dari RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

 

  1. Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk WN RRT yang bertempat tinggal di RRT untuk sementara dihentikan.

 

  1. Untuk seluruh pendatang/travellers dari Iran, Italia dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut pada poin 1, diperlukan surat keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Surat keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat check-in.

 

  1. Tanpa surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan yang berwenang, maka para pendatang/travelers tersebut akan ditolak untuk masuk/transit di Indonesia.

 

  1. Sebelum mendarat, pendatang/travellers dari Iran, Italia dan Korea Selatan, wajib mengisi Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

  1. Di dalam Kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenai riwayat perjalanan. Apabila dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang kami sebut tadi, maka ybs akan ditolak masuk/transit di Indonesia.

 

  1. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan.