Perayaan Hari Batik Nasional di Kota Duisburg, NRW, Republik Federal Jerman

Pada tanggal 7 Oktober 2017 telah dilaksanakan Perayaan Hari Batik Nasional di gedung Internationales Zentrum kota Duisburg, Nordrhein-Westphalen, dengan tema “Batik – Meine Kleidung, Mein Style“. Perayaan yang berupa rangkaian kegiatan seminar dan workshop; peragaan busana; penampilan tarian, serta bazaar kuliner Indonesia, dilaksanakan oleh Deutsch Indonesische Gemeinshaft (DIG) di kota tersebut bekerjasama dengan KJRI Frankfurt dan KBRI Berlin. Acara dihadiri sejumlah 150 pengunjung.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Deutsch Indonesische Gesellschaft Duisburg menyampaikan bahwa kegiatan perayaan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat kota Duisburg dan sekitarnya. Disampaikan pula ucapan terima kasih atas dukungan KJRI Frankfurt dan KBRI Berlin untuk acara tersebut. Sementara itu, Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Frankfurt, dalam sambutannya menekankan harapan agar melalui pengenalan Batik Indonesia ini, dapat dibangkitkan rasa keingintahuan pengunjung akan kekayaan budaya Indonesia, dan pada akhirnya membangun keinginan untuk berkunjung ke Indonesia. Merasa senang melihat narasumber workshop merupakan seorang peneliti Batik dari Jerman yang dapat mencerminkan hubungan baik yang ada antara masyarakat kedua negara.

Sementara itu, dalam pelaksanaan seminar telah diperagakan berbagai corak batik yang dimiliki narasumber, peneliti dan kolektor batik, Annegret Haake, seperti a.l. Banji; Nitik Jelamprang; Kawung Benggol; dan Peksi Naga Liman. Sedangkan saat peragaan busana telah ditampilkan berbagai busana batik dengan motif kontemporer. Acara perayaan juga telah diisi dengan pelaksanaan workshop bagi mereka yang ingin mem“batik“ yang dilangsungkan ditenda disamping gedung Internationales Zentrum. Para pengunjung selanjutnya dapat pula membeli jajanan kuliner Indonesia yang dibuat oleh para masyarakat Indonesia di Duisburg, seperti gudeg, soto ayam, dan berbagai kue jajanan pasar.

KJRI Frankfurt terus bekerjasama dengan berbagai perkumpulan masyarakat Indonesia di 6 negara bagian Jerman wilayah kerja, dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Indonesia.