PERTUNJUKAN WAYANG DI OFFENBACH

 

 

Pada 28 Oktober 2016, KJRI Frankfurt telah menyelenggarakan acara Wayang & Angklung Abend di Deutsches Ledermuseum(Museum Kulit) di Offenbach. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat Jerman, khususnya di kota Offenbach dan sekitarnya. Setidaknya 130 orang hadir dalam acara yang diselenggarakan di auditorium Museum Kulit di Offenbach ini.

Acara ini didahului dengan tur singkat pada bagian Asia Tenggara Ledermuseum yang menampilkan berbagai jenis wayang kulit Indonesia, serta karya seni kulit lainnya dari kawasan asia tenggara.

14900431_1006444566134502_849813813226063029_n

ket.foto: Prof. Peter Schneider sebagai dalang

Dalam sambutan pembukaannya Konjen RI di Frankfurt Ibu Wahyu Hersetiati, menyampaikan bahwa acara Wayang & Angklung Abend diharapkan dapat lebih memperkenalkan seni budaya tradisional Indonesia, khususnya melalui kisah perwayangan, dan permainan angklung. Suguhan pertunjukan seni budaya ini juga semakin lengkap dengan suguhan kuliner Indonesia yang disajikan pada akhir rangkaian acara.

Acara inti Wayang & Angklung Abend adalah pertunjukan wayang kulit berjudul Ein verbotener Sohn’ / ‘A Forbidden Son’ oleh Prof. Peter Scheneider, ybs merupakan pecinta wayang, dan telah menekuni permainan wayang sejak tahun 2013 dan telah menulis berbagai buku tentang wayang. Pertunjukan wayang ini terbilang unik karena dibawakan oleh warga Jerman, penuturan cerita dengan Bahasa Jerman, dan dipadukan dengan sentuhan instrumen gitar.

Selanjutnya acara ini diisi oleh Tim Angklung KJRI Frankfurt  yang memainkan lagu Indonesia Pusaka, Bengawan Solo, Blue Danube, dan Janger. Rangkaian pertunjukan seni budaya diakhiri dengan suguhan Sendra Tari Ramayana yang dibawakan oleh grup tari Wijaya Kusuma dari kota Bonn. Seluruh acara pertunjukan seni budaya ini mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Pada akhir acara seluruh tamu undangan disajikan dengan suguhan kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng, sate ayam, batagor, dadar gulung, dan lumpia, serta kopi Indonesia.

Perpaduan acara seni budaya dengan sajian kuliner Indonesia merupakam sarana yang cukup efektif dalam meningkatkan citra positif Indonesia kepada publik Jerman.

Frankfurt,  31 Oktober 2016