Sosialisasi KMILN di KJRI Frankfurt bersama Dubes Niniek Kun Naryatie

 

Masyarakat Indonesia di Frankfurt antusias menghadiri acara Sosialisasi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) bersama Dubes Niniek Kun Naryatie, Pejabat Fungsional Utama dari Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik pada tanggal 7 November 2017 yang lalu. Dalam sambutannya, Konjen RI Frankfurt menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Ibu Dubes Niniek untuk mensosialisasikan KMILN dan berharap dengan acara ini, masyarakat Indonesia di Frankfurt dapat mengetahui lebih banyak tentang KMILN.

Dalam paparannya, Dubes Niniek  menjelaskan tentang prosedur dan syarat pendaftaran KMILN serta fasilitas yang diberikan bagi pemegang KMILN. Selanjutnya, Dubes Niniek juga menyampaikan bahwa KMILN merupakan bentuk  pengakuan dari pemerintah Indonesia kepada masyarakat Indonesia di luar negeri. Selain itu, kartu ini juga dimaksudkan sebagai alat pemetaan potensi yang dimiliki masyarakat di luar negeri.

KMILN serdiri merupakan tanda pengenal warga Indonesia baik yang WNI, eks WNI maupun WNA dengan orangtua WNI yang tinggal di luar negeri. Adapun, pendaftaran KMILN bersifat sukarela dan sama sekali tidak dipungut biaya. WNI pemegang KMILN dapat menggunakan kartu ini untuk membuka tabungan, membeli properti serta membuka badan usaha di Indonesia. Sementara, untuk WNA akan diberikan fasilitas dan kemudahan  sesuai dengan peraturan.

Masyarakat yang hadir pada malam tersebut umumnya menyambut baik adanya program KMILN ini. KMILN dipandang dapat memudahkan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (MILN) yang telah lama menetap di luar negeri dan tidak lagi memiliki KTP sehingga mengalami kesulitan ketika ingin membuka tabungan di Indonesia. MILN yang hadir juga berharap ke depannya fasilitas untuk WNA pemegang KMILN dapat semakin ditambah.

Selain melaksanakan acara Sosialisasi KMILN, KJRI Frankfurt juga melakukan live streaming acara dimaksud melalui Facebook Page KJRI Frankfurt untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak dapat menghadiri acara secara langsung.

 

KJRI Frankfurt, 8 November 2017